Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
You are here
Home > News > Sudah Dilarang, PKL Kembali Berjualan di Zona Merah

Sudah Dilarang, PKL Kembali Berjualan di Zona Merah

Keberadaan pedagang kaki lima yang masih berjualan di zona merah Jalan Asia Africa Alun-alun Kota Bandung. Rabu 23 Januari 2019. Meskipun Satpol PP telah melarang adanya kegitan transaksi jual beli pedagang kaki lima di daerah zona merah dan adanya denda untuk para pelaku, tetapi tidak menmbulkan efek jera pagi para pedangan untuk tetap berjualan.

KABARAYA.com – Pada Rabu, keramaian selalu menjadi magnet bagi para pedagang. Mereka memanfaatkannya untuk menjajakan barang dagangannya.Kondisi ini yang terjadi di kawasan Alun-alun Bandung, Jawa Barat (23/01/2019) sore. Masih ada pedagang kaki lima (PKL) tampak sedang berjualan di pinggir kawasan tersebut.

Petugas Satuan Polisi Pamung Praja (Satpol PP) sering menegaskan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada persis berjualan di sekitar alun-alun untuk segera meninggalkan area zona merah untuk dilarang berjualan.

Kawasan Alun-alun dan Dlaeman Kaum Kota Bandung termasuk kawasan merah (terlarang), dikutip dari website data.bandung.go.id yang berisikan tentang pembagian zona merah PKL Kota Bandung.

Data yang di peroleh dari Website git.bandung.go.id

Tidak akan segan, para Satpol PP juga akan menangkap para pedangan kaki lima (PKL yang masih nekat berjualan di kawasan Alun-alun atau zona merah lainnya, semua pedagang kali lima terancam membayar biaya paksa senilai sedikitnya Rp 250.000.

Dadang menyatakan petugas tidak akan main-main menerapkan aturan biaya paksa ini. Besaran denda yang diberikan ini diharapkan bisa memunculkan efek jera bagi para pelanggar aturan. Dadang pun mengajak seluruh warga mendukung program penegakan aturan ini.

“Kami harap warga dan juga para pengunjung berdisiplin dengan tidak membeli barang dari para pedagang di zona-zona merah. Hanya dengan dukungan warga, aturan ini bisa berjalan optimal,” ucapnya pada wawancara yang di lakukan oleh salah satu wartawan Pikiran Rakyat pada 2018 lalu.

Kondisi ini memang kerap terjadi saat musim liburan. Menurutnya pengawasan dari para petugas, membuat para pedagang kembali menggelar lapak dagangan, keberadaan PKL tersebut menambah kesemrawutan Alun-alun Bandung yang juga dipadati oleh parkir liar pinggir jalan. Namun tidak ada petugas yang menertibkan.

 

Sumber peraturan.go.id

Adanya penetapan denda bagi pelanggar pedaganf kaki lima (PKL) dan pembeli di zona merah tersebut masih simpang siur, dengan ancaman denda hingga Rp 1 juta jika masih nekat berjualan di area terlarang. Penerapan denda itu terkait diberlakukannya Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2011 tentang penataan dan pembinaan PKL.

Penulis : Atami Puspa – Kabaraya.com

Leave a Reply

Top