Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
You are here
Home > News > Kecewa Dengan Kinerja Kejati Jabar, GMBI Kembali Demo

Kecewa Dengan Kinerja Kejati Jabar, GMBI Kembali Demo

GMBI kembali padati Kantor Kejati Jabar setelah kecewa dengan kinerja Kejati Jabar yang dianggap tidak menyeselaikan masalah, Rabu (23/1/2019).

KABARAYA.com Bandung – Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) kembali demo di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jalan RE. Martadinata, Bandung, Rabu (23/1/2019).

Dalam aksinya, GMBI menyesalkan kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati) dalam menangani kasus Bandung Creative City Forum (BCCF), mesin parkir, permasalahan di Bandung Barat serta mempertanyakan kasus dana hibah Uu Ruzhanul Ulum.

Menurut Ketua Umum DPP LSM GMBI, Moh Fauzan Rachman mengatakan, aksi kali ini untuk mempertanyakan hasil audensi pada 19 Desember 2018, yang mana pihaknya menerima jawaban dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat terkait kasus Bandung Creative City Forum (BCCF) hari ini.

Namun, jawaban yang diberikan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sendiri di rasa kurang memberikan jawaban yang tepat dengan apa yang GMBI laporkan.
“Soalnya yang kami pertanyakan tahun 2008, 2009, dan 2011 saat itu Ridwan Kamil (RK) masih menjabat ketua BCCF. Kedua tentang mesin parkir yang kita laporkan juga tidak dijawab Kejati Jabar,” beber Fauzan.

Selanjutnya, Fauzan pun menambahkan, tentang Uu Ruzhanul Ulum yang disebut dalam persidangan penyaluran dana hibah di Tasikmalaya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Bandung. “Ketika itu Uu masih menjadi bupati Tasikmalaya, muncul saat jaksa memaparkan pencairan dana hibah tahap kedua”.

Dengan terdakwa Sekda Pemkab Tasikmalaya, Abdul Kodir dan para pejabat Pemkab Kab Tasikmalaya lainnya. Padahal secara lisan dan tertulis yang bikin peraturannya adalah Uu Ruzhanul Ulum, mala pihak Kejati menyerahkan ke Polda Jabar.

Fauzan menandaskan, kasus di Polda Jawa Barat sangat berbeda dengan kasus di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Selain itu kasus Bandung Barat. “Makanya kami sangat kecewa dengan kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Jabar,” tegas Fauzan.

Maksud dan tujuan aksi tersebut dalam rangka menyikapi pihak Kejati Jabar yang sudah tidak netral dalam menangani Kasus Korupsi di wilayah Jawa Barat selama ini.

Adapun tuntutan yang di sampaikan adalah :
1. Menuntut Kejati Jabar agar segera menangkap Uu Mantan Bupati Kabupaten Tasikmalaya yang sekarang menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat, terkait dugaan kasus Dana Reklamasi Pasir Besi dan Perjalanan Dinas Bupati.
2. Meminta agar Kejati Jawa Barat segera membuktikan dan publikasikan YA atau TIDAK tentang Korupsi Sdr. Ridwan Kamil tentang proyek BCCF.
3. Meminta Kejati Jawa Barat mengekpose/menjelaskan sudah sejauh manakah pemeriksaan tentang kasus dugaan korupsi dalam pengadaan mesin parkir dikota Bandung.

Para pendemo berharap adanya netralitas bagi Kejati dalam menjalankan supremasi hukum di Wilayah Jawa Barat. “Jangan tebang pilih apalagi pilih kasih, kedepankan keterbukaan informasi public, agar masyarakat tidak bertanya-tanya terkait kasus-kasus korupsi para pejabat Jawa Barat” teriakan para pendemo.

Karena itu, ia mengancam akan melakukan aksi demo setiap hari di Kejati Jabar.

 

Penulis : Rizky Oktadya – Kabaraya.com

Leave a Reply

Top