Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
You are here
Home > News > PARKIR ELEKTRONIK, EFEKTIF KAH?

PARKIR ELEKTRONIK, EFEKTIF KAH?

KABARAYA.com – Bandung (23/01), Ratusan mesin parkir elektronik di Kota Bandung sudah mulai beroperasi sejak 14 Juli 2017. Mesin parkir elektronik yang menggunakan anggaran pemerintah ini keberadaannya yang mencapai 445 unit di 221 titik dianggap tidak begitu efektif oleh para pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.

Terlihat dari respon masyarakat yang merasa bahwa adanya mesin parkir elektronik ini kurang efektif dibandingkan dengan parkir liar biasanya, “Lebih efektif bayar ke tukang parkir, kalau lewat mesin ribet weh harus pencet-pencet dulu,” ujar Serly (16), pengguna mesin parkir elektronik.

Semakin pertambahan penduduk semakin banyak dan berpengaruh keberbagai hal, masalah demi masalahpun muncul dengan semakin banyaknya populasi penduduk, dengan populasi bertambah otomatis semua aktivitas dan bangunan bertambah, tak jarang masalah muncul seperti bertambahnya jumlah mobil sementara lokasi parkir tidak bertambah.

Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yg pesat di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Kemajuan teknologi yang di aplikasikan tidak hanya pada gadget dan elektronik rumah tangga, namun kini hadir pula ‘Parkir Elektronik’ yang dimana, mesin ini mengatur tarif pengguna kendaraan yang menggunakan lahan parkir yang disediakan di dekat mesin tersebut dibantu oleh seorang petugas parkir pada tiap satu mesin parkir elektronik dengan jarak tertentu.

Konsep meteran parkir diciptakan seorang pengacara dan penerbit bernama Carl Magee. Meteran parkir pertama di dunia dipasang di Oklahoma City, Oklahoma, pada tahun 1935. Produksi besar-besaran meteran parkir model mekanis dimulai sejak tahun 1936 hingga diganti dengan model digital di pertengahan tahun 1980. Model meteran parkir yang pertama merupakan mesin penerima uang logam yang ditambah tuas pemutar untuk menjalankan alat, panah penunjuk, dan tanda yang menunjukkan habisnya waktu parkir.

Model awal meteran parkir bertahan lebih dari 40 tahun, hanya dengan sedikit perubahan pada rancangan bagian luar. Variasi meteran parkir yang ada, di antaranya adalah meteran parkir berkepala dua, pemakaian bahan logam yang baru, dan teknik produksi. Di pertengahan tahun 1980-an, versi digital meteran parkir yang menggunakan papan ketik untuk angka dan layar. Meteran model digital juga memungkinkan berbagai tarif parkir menurut jam dan hari diprogram ke dalam EEPROM, serta pembayaran dengan lebih dari satu keping uang logam secara bersama-sama.

Penggunaan meter parkir harus dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah setempat untuk menetapkan jalan atau kawasan mana yang akan diterapkan meter parkir, di dalam peraturan daerah juga harus dirumuskan besarnya denda terhadap pelanggaran ketentuan parkir. Kunci keberhasilan penggunaan meter parkir adalah penerapan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran parkir.

Ada beberapa pendekatan yang digunakan:

  1. Meter Parkir Mekanis

Merupakan cara yang pertama sekali digunakan dimana koin dimasukan kedalam mesin yang kemudian menghitung mundur waktu berdasarkan besaran uang yang dimasukkan kedalam mesin parkir. Meter parkir ditempatkan di sebelah setiap ruang parkir.

  1. Meter Parkir Elektronik

Meter yang bekerja secara elektronik dan tidak perlu ditempatkan di samping ruang parkir tetapi bisa ditempatkan pada tempat yang tidak terlalu jauh dari ruang parkir dan digunakan untuk beberapa ruang parkir sekaligus. Untuk itu setelah membayar ke meter parkir akan dikeluarkan tanda bukti pembayaran yang memuat waktu parkir yang selanjutnya diletakkan di atas dashboard yang dapat dilihat oleh pengawas.

Meter parkir yang digerakkan dengan sel sinar surya di pusat Kota Houston, Texas, Amerika Serikat.

Permasalahan yang dihadapi oleh meter parkir adalah adanya uang tunai yang tersimpan dalam mesin parkir sehingga rawan terhadap pencurian sepertinya halnya telepon umum. Oleh karena itu perlu tetap diawasi dan secara reguler uang yang tersimpan dalam mesin parkir harus diambil.

Untuk menghidari transaksi tunai mulai berkembang penggunaan meter parkir yang bisa dibayar dengan kartu kredit atau kartu debit ataupun dengan pulsa telepon seluler.

Banyak solusi baru bermunculan seperti di Brimingam Inggris, The Cube pengelola gedung melengkapi bangunannya dengan tempat parkir tercanggih di dunia. Ditempat canggih ini Anda tidak perlu lagi mencari tempat parkir, hanya tinggal meletakkan mobil mereka di sebuah ruangan yang telah disediakan, dan mobil tersebut akan diangkat dan dibawa ketempat parkir dengan sebuah alat secara mekanis.

Dengan kemajuan teknologi yang memunculkan parkir elektronik pada zaman sekarang ini tidak semua berdampak efektif karena di negara-negara maju kemungkinan efektivitas dengan negara-negara berkembang hasilnya akan berbeda.

Penulis : Yesa Maria Lisma – Kabaraya.com

Sumber:

Gbparkir.co.id/all-about-parking/sejarah-parking-di-dunia/

http://m.detik.com

 

Leave a Reply

Top