Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
You are here
Home > Wisata > PENEROPONGAN BINTANG TERTUA DI INDONESIA

PENEROPONGAN BINTANG TERTUA DI INDONESIA

Dunia dipenuhi dengan tempat-tempat bersejarah buatan manusia yang menakjubkan dan keajaiban di luar sana. Selama ribuan tahun sejarah manusia telah menghasilkan hal-hal yang luar biasa bahkan tidak semuanya dapat bertahan hingga hari ini. Di Indoneseia, banyak tempat bersejarah yang menakjubkan yang dibangun oleh peradaban kuno sehingga sulit untuk mempersempit tempat sejarah yang terbaik.

Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Namanya yang terdahulu dipanggil Bosscha Sterrenwacht kini telah ditukar kepada Observatorium Bosscha. Tempat ini dibangun oleh Nederlandsch Indische Stereenkundige Vereeniging ( NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Tempat ini dipelihara supaya pengunjung dapat keluar dari rasa nostalgia untuk era lampau, dari keinginan untuk belajar tentang warisan budaya atau minat umum dalam belajar konteks historis tempat ini.

Observatorium Bosscha terletak di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung dengan koordinat geografis 107° 36’ Bujur Timur dan 6° 49’ Lintang Selatan. Tempat ini berdiri di atas tanah seluar 6 hektare, dan berada pada ketinggian 1310 meter di atas permukaan laut atau pada ketinggian 630m dari dataran tinggi Bandung. Selain pemandangan yang cukup indah akan gedung ini, hawa sejuk dan lingkungan yang asri sangat mendukung keberadaan Bosscha.

Kode observatorium Persatuan Astronomi Internasional untuk observatorium Bosscha adalah 299. Tahun 2004, Observatorium Bosscha dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah. Karena itu keberadaan Observatorium Bosscha dilindungi oleh UU Nomor 2/1992 tentang Benda Cagar Budaya. Selanjutnya, tahun 2008, Pemerintah menetapkan Observatorium Bosscha sebagai salah satu Objek Vital nasional yang harus diamankan.

Tempat bersejarah ini sememangnya menawarkan suasana dingin dan menawan. Selain ianya akan mengingatkan anda akan film masa kecil ‘’Petualangan Sherina’’ dimana Lembang menjadi set pengambilan gambar dan dari film itu ramai yang tahu bahwa Indonesia memiliki Observatorium. Walaupun beberapa kali tersasar namun masih bisa sampai ke tempat bersejarah ini dengan beberapa kali tanya warga sekitar dan jangan segan bertanya meskipun anda menggunakan GPS karena papan petunjuk jalan menuju ke Observatorium ini tidak jelas.

Observatorium Bosscha hanya akan dibuka pada saat-saat tertentu. Observatorium Bosscha dibagi menjadi Kunjungan siang dan Kunjungan Malam. Untuk Kunjungan siang, dijadwalkan hari Senin hingga Sabtu, tetapi biasanya hari Senin hingga Jum’at mereka melayani Pengunjung Group dan hanya hari Sabtu yang dibuka untuk pengunjung perorangan. Untuk Kunjungan Malam diperlukan reservasi terlebih dahulu, dan hanya diadakan bulan April hingga Oktober.

Berkunjung ke Observatorium Bosscha akan membawa kita merasakan suasana Lembang di awal tahun 30an. Kita akan diajak melihat Teleskop Lensa Ganda Carl Seizz yang merupakan Teleskop terbesar di Indonesia hingga saat ini. Kita juga akan diberikan presentasi yang cukup menarik tentang asal-usul Alam Semesta dan Tata Surya. Sangat mengesankan dapat melihat langsung bagaimana teropong bintang yang sudah berusia puluhan tahun tersebut ternyata memiliki teknologi yang tinggi. Bagi yang hobi foto, banyak spot-spot menarik yang bisa menjadi lokasi foto narsis.

Observatorium Bosscha adalah bagian dari peninggalan sejarah yang tak ternilai. Oleh karena itu, bangunan bersejarah ini harus dipelihara dan diharapkan bahwa upaya pelestarian bangunan bersejarah akan terus dilaksanakan untuk menjunjung tinggi dan pentingnya generasi mendatang.

Penulis :

Chitra Anggraeni Wulandry (41813158)

Revan Julian Hidayat (41817037)

Dinda Juliani Kusnadi (41817038)

Maharadi Putra (41817009)

Beni Efrianto (41817001)

Asma Laila Binti Omar (246266 UUM)

Leave a Reply

Top